Freitag, 14. September 2012

behind the title

the construction hasn't done yet but, nah, I wanna post something. hehehe.

now I wanna tell you why I use the title 'unFairness makes Fairness'. it's probably irrelevant with my posts, but yea.

unFairness makes Fairness; take it literally. gue sering banget denger orang bilang kalo hidup tuh ga adil. mereka mengeluh. kayaknya ada aja masalah yang lagi dihadapi. ujung-ujungnya, mereka bilang hidup itu ga adil. kalo semua orang bilang hidup ga adil, berarti hidup itu adil, kan? karena semua merasakan hal yang sama.


puji Tuhan, gue diberi kemampuan untuk melihat dari banyak sisi terhadap suatu masalah/kenyataan/atau apalah istilah lainnya. gue ga langsung menghujat/mengeluh tentang kehidupan gue. untung gue sadar kalo gue ga sempurna, kita ga sempurna. tapi di balik ketidaksempurnaan itu, ada kebaikan yang tersemat di dalam diri kita. apa itu? hiduplah tanpa mengeluh, nanti lo ngerasain apa kebaikannya itu.

jangan pernah mau hidup tanpa masalah. aneh? hahaha. iya, pokoknya jangan mau hidup lo ga ada masalah. masalah itu salah satu tanda kalau kita masih hidup. gue pernah baca 1 artikel, isinya tentang kenapa masalah menjadi salah satu tanda kehidupan:

ada 2 orang anak, sebut namanya A dan B (gue lupa namanya okee harap maklum). sore hari, si A ini keluar rumah sambil cemberut, jalan ke taman kota. dia ketemu B di taman itu. B nanyain si A kenapa blablabla. berceritalah si A, "tadi pagi wakerku ternyata mati, aku jadi terlambat bangun. aku buru-buru berangkat ke sekolah, ibuku memarahiku karena aku belum sarapan. akhirnya aku terlambat, dan dihukum oleh guruku. aku juga tidak bawa pakaian olahraga, jadi aku tidak bisa mengikuti kelasnya. sampai di rumah, aku dimarahi lagi oleh ibu karena aku tidak membereskan kasurku setelah bangun. aku keluar rumah untuk main, ibuku memintaku untuk menyelesaikan pekerjaan rumahku dahulu. aku menolak, dan sekarang di sini lah aku."

B tertawa, dan itu membuat A menjadi semakin kesal. "andaikan hidupku tidak ada masalah, aku pasti lebih bahagia sekarang," ujar A. B berpikir, lalu mengajak A ke suatu tempat, "ikut aku. aku tahu tempat dimana semuanya hidup damai tanpa masalah dan tanpa keributan." A yang memang mau hidupnya tanpa masalah, tanpa pikir panjang, ia langsung mengikuti B. B memang mengajaknya ke suatu tempat. tempat itu adalah kuburan. A tercengang, "kau gila?" sedangkan B hanya tersenyum dan menjawab, "aku tidak pernah mendengar keributan di sini. tidak ada masalah juga dan semuanya sunyi. di tiap tanda nama, tertulis 'Istirahat dalam Damai'. inilah tempat yang cocok untukmu."

bukan berarti B menyumpahi agar A cepat meninggal. tapi B mau menyadarkan A bahwa masalah adalah salah satu tanda kehidupan. berhati-hatilah dan banyaklah berdoa kalo hidup lo ga ada masalah. jangan sampai itu jadi tanda kalo waktu lo uda deket.

inti dari arti unFairness makes Fairness, atau apa yang sebenernya mau gue sampein, semua isi kehidupan ini udah diatur secara adil; ga mungkin Tuhan melakukan tindakan yang tidak adil.

"The thought-provoking, anonymously-written note was circulating quickly in cyberspace. It read: Dear Optimist, Pessimist and Realist, While you were arguing about the glass of water, I drank it! Sincerely, The Opportunist. I could not resist posting my own particular brand of humor in response: Dear Opportunist, The Optimist hoped you would, the Pessimist knew you would, and the Realist was the one who drank the first half." -LaTonya Tarell

-calzsf

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen