Montag, 7. Oktober 2013

feminisme di mata seorang cewek labil

gue. maksudnya itu 'cewek labil' tuh gue. hahaha. lo bisa mengira-ngira lah, gue se-labil apa, berdasarkan celotehan gue. kali ini entri dalam bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar lagi. kenapa tiba-tiba ngomongin feminisme? karena Minggu malem (06/10) gue baca entri orang lain tentang ini, dan topik ini bener-bener menggelitik nalar gue buat ngebacotin tentang hal yang sama. hahahaha!

terribly sorry for my non-Indonesia-speaker readers. this post is about feminism. doesn't mean that I don't allow you to read/understand this post. it's only an opinion from me about it. my targeted readers are Indonesians who need some 'enlightenments' about feminism; and for Indonesians who are trying to see things from many point of views ;) if you're still curious, just let me know and I'll translate this for you.

kalian boleh aja ga tertarik ama celotehan gue yang di entri ini. gue bukan seorang feminis, baik yang biasa-biasa aja maupun yang fanatik. dan bukan cuma gue doang yang ngebahas ini. entri ini sebenernya bukan sebuah pembahasan juga sih. ini lebih ke opini gue tentang feminisme.

dan gue gatau harus mulai darimana..... definisi, mungkin? beda sumber, beda definisi. definisi feminisme menurut tante wikipedia: sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. definisi feminisme menurut mas KBBI (ayolah, gue yakin lo tau singkatan KBBI): gerakan wanita yg menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria. dari dua definisi itu aja, bisa disimpulkan kalo feminisme itu isinya tentang perjuangan kesamaan hak antara pria dan wanita.

perlu diketahui, gue bukan cewek yang tangguh, tapi gue ga manja. gue bukan seorang feminis, yang menuntut ('menginginkan' deh, kalo 'menuntut' itu kesannya ekstrim amat hahaha) kesamaan hak pria-wanita itu. sampai sekarang, gue lebih berpikir secara logika daripada perasaan. gue yakinnya tuh, kalo apa-apa didasari ama perasaan, bisa berantakan tuh hidup gue. gue bukannya ga berpihak ke cewek (yang biasanya lebih menitikberatkan sesuatu berdasarkan perasaan), tapi gue cuma berusaha realistis dan berpikir rasional aja. ada kok beberapa saat, dimana gue juga lebih pakai perasaan daripada logika. daaannnn, yaakk, inilah 'bukti' kelabilan gue. hahaha

oke, yuk, kita mulai agak serius sedikit.

secara sadar maupun tidak sadar, di sekitar gue banyak isu-isu minor mengenai feminisme. mau gamau, suka ga suka, gue juga mengalami isu-isu minor itu. beberapa contoh kecil tentang itu di sekitar gue:
  1. manja, tapi gamau dibilang lemah. ini susah. bukan berarti ga boleh manja. boleh kok, tapi dalam batas-batas tertentu. kalo manja tuh, jangan bikin orang lain jadi susah. oiya, 'manja' buat gue tuh yang kayak dikit-dikit nangis, dikit-dikit tersinggung, sensitif, gamau keluar dari zona nyaman, gamau menerima perubahan, maunya menang sendiri, dll. mungkin buat kalian, "ah yang kayak ginian mah bukan manja". monggo~ gue ga pernah memaksa orang untuk sependapat sama gue. oke, yuk, balik lagi. gue sering ketemu/kenal sama cewek-cewek yang manja, tapi kalo dibilang, "dasar lemah" atau pernyataan lainnya yang serupa, mereka 'ngamuk'. mereka ga terima dibilang lemah; marah-marahnya sampai bawa-bawa feminisme. ngoceh-ngoceh tentang feminisme, segala sesuatunya tentang penyamarataan hak, tapi cuma menuntut cowok-cowok buat ngertiin mereka. uy, breee, masa iya, cowok terus yang berusaha memahami cewek? timbal balik aja lah~
  2. tipe penurut yang selalu dimanfaatkan. oke, ini tentang kesadaran cewek kalo sebenernya mereka punya hak-hak yang patut diperjuangkan, tapi menyerah sama keadaan. di sekitar gue, ada juga cewek-cewek yang mau aja dimanfaatin sama cowok; dan sama cewek-cewek lainnya juga. gue pernah bilang, "eh, harusnya lo ga gitu. lo bisa gini gitu bla3.", ada loh yang jawabnya, "yah, mau gimana lagi. namanya juga cewek."..... hah? terus kenapa? gue sadar kok, akan kodratnya wanita. tapi bukan berarti rela juga 'diinjak-injak' sama orang lain, baik sesama wanita sendiri, maupun (yah 'apalagi' sih sebenernya) sama pria. gatau sih yaa, beda orang kan beda. tapi gue bukan orang yang gampang menyerah sama keadaan.
  3. berusaha kuat, tapi ujung-ujungnya menyakiti diri sendiri. ada juga yang mau nunjukkin kalo dia tidak seperti cewek-cewek lain pada umumnya. tapi ternyata cara yang ditempuh itu kurang tepat sehingga melukai dirinya sendiri. gue salut loh, sama cewek-cewek yang mematahkan stereotipe publik terhadap wanita. tapi perlu disadari juga tuh kodrat wanita kayak apa gimana. ga perlu terlalu fanatik-fanatik amat deh, apalagi hak-haknya uda didapatkan. jangan sampai ujung-ujungnya ada luka di dalam. luka yang di dalam itu lebih susah disembuhin loh daripada luka yang di luar. berani ngomong aja, maunya gimana. tapi juga harus berani denger pendapat orang lain.
topiknya agak berat nih, gue jadi ngelantur ga jelas. hahaha. itu tadi baru tiga isu minor yang ada di sekitar gue. gue sebagai cewek, kadang gerah sendiri ama kelakuan cewek-cewek yang kayak gitu. jujur aja deh, sama diri sendiri. kalo emang masih manja, yaudah gapapa. perubahan itu kan ga semudah membalik telapak tangan. tapi bukan berarti ga berusaha untuk berubah. melakukan perubahan ke arah yang lebih baik itu ga ada salahnya, kan? jangan apa-apa nurut. kalo emang mau ngomongin hak, cewek punya hak yang sebenernya harus diperjuangkan. gue ga bakal sebut haknya apa aja, lo coba menganalisa sendiri aja. jangan juga sok-sok tangguh, padahal ga gitu sanggup, makanya bisa menyakiti diri sendiri. 'cewek tangguh' emang labelnya keren. tapi, yaudah, cuma sebatas 'keren' aja. gue tau di luar sana ada cowok-cowok yang suka ama cewek tangguh. tapi kalo kelewat tangguh, mereka juga bisa aja berpikir berkali-kali kalo mau memulai suatu hubungan. eaaaaa~ ini juga kan, yang kalian tunggu-tunggu? hahahaha *pede jaya*

karena uda menyerempet ke 'hubungan', gue omongin sedikit yaaa tentang ini. siapapun yang baca tulisan ini, cewek atau cowok, harus sadar kalau setiap individu itu berbeda. kita semua unik satu sama lain. anak kembar pun ga 100% sama. karena perbedaan-perbedaan itu, kita harus belajar menerima kenyataan. kenyataan dimana kita gabisa menuntut suatu hal yang tidak mungkin. paling gampang buat dijadiin contoh sih: memahami secara satu pihak. manusia adalah makhluk sosial; gabisa hidup tanpa bantuan orang lain. coba deh mulai belajar memahami orang lain. jangan apriori dulu, "kenapa gue mesti memahami orang yang gamau memahami gue?", ambil positifnya aja, kalo lo uda berusaha memahami orang lain, berarti lo uda belajar sesuatu dari kehidupan. gamau juga dong, lo hadir di dunia ini secara sia-sia?

balik ke 'hubungan'. gue mau mengeluarkan beberapa pernyataan. gue harap cowok-cowok ga membaca pernyataan-pernyataan gue sebagai suatu 'serangan'. gue juga melihat ada cowok yang kurang sadar kalo cewek tuh bakal jadi pasangan hidup dia seumur hidup. kita ga ngomongin orientasi seksual yaa. itu suatu hal yang gabisa dipungkiri. menurut gue, seharusnya cowok juga harus sadar akan hak-hak cewek. cewek bukan objek pemuas keinginan duniawi semata. hargailah cewek-cewek di sekitar lo. buat gue, itu sama aja lo menghargai nyokap lo. nyokap lo juga cewek loh. kalo gue liat ada cowok yang ga menghargai cewek, gue langsung berpikir, "wah, ini cowok kalo sama emaknya kayak gimana yah". tenang, gue ga minta cowok doang yang harus menghargai cewek. cewek juga harus menghargai cowok. cewek harus sadar kalo mereka juga butuh sosok lelaki dalam hidup. buat cewek-cewek, cowok juga bukan objek pemuas keinginan duniawi semata. karena pada dasarnya kita semua sama.

oyah, baik cewek maupun cowok, jangan sampai depresi yah kalo belom dapet pacar. hahaha. jangan sampe 'ke-depresi-an' (is that a proper word lol) itu menyampingkan hak-hak kalian. you will find your right one at the right time and the right place, eventually. you still need to fight for it tho. bukan berarti lo ga berusaha dan menyerah/pasrah ama keadaan. jangan sampai terlalu cuek gara-gara gamau 'depresi'. ntar jodohnya lewat gitu aja loh. hahahaha

terlepas dari konteks agama apapun, gue suka sama analogi 'wanita diciptakan dari rusuk pria'. it's amazing how He created a man, and it's beautiful how He created a woman. nih, gue comot dari notes gue, yang gue sendiri uda lupa dapetnya darimana. hahaha!
“When I created the heavens and the earth, I spoke them into being. When I created man, I formed him from the dust of the Earth and breathed life into his nostrils. But you, woman, I fashioned after I breathed the breath of life into man because your nostrils are too delicate. I allowed a deep sleep to come over him so I could patiently and perfectly fashion you. Man was put to sleep so that he could not interfere with the creativity. From one bone I fashioned you. I chose the bone that protects man’s life. I chose the rib, which protects his heart and lungs and supports him, as you are meant to do.” 
“Around this one bone I shaped you. I modeled you. I created you perfectly and beautifully. Your characteristics are as the rib, strong yet delicate and fragile. You provide protection for the most delicate organ in man, his heart. His heart is the centre of his being; his lungs hold the breath of life. The rib cage will allow itself to be broken before it will allow damage to the heart. Support man as the rib cage supports the body.”
“You were not taken from his feet, to be under him, nor were you taken from his head, to be above him. You were taken from his side, to stand beside him and be held close to his side. You are my perfect angel. You are my beautiful little girl. You have grown to be a splendid woman of excellence, and my eyes fill when I see the virtue in your heart. Your eyes: don’t change them. Your lips: how lovely when they part in prayer. Your nose so perfect in form, your hands so gentle to touch. I've caressed your face in your deepest sleep; I've held your heart close to mine. Of all that lives and breathes, you are the most like me.” 
“Adam walked with me in the cool of the day and yet he was lonely. He could not see me or touch me. He could only feel me. So everything I wanted Adam to share and experience with me, I fashioned in you: my holiness, my strength, my purity, my love, my protection and support. You are special because you are the extension of me.” 
“Man represents my image, woman – my emotions. Together, you represent the totality of God. So man: treat woman well. Love her, respect her, for she is fragile. In hurting her, you hurt me. What you do to her, you do to me. In crushing her, you only damage your own heart, the heart of your Father and the heart of her Father. Woman, support man. In humility, show him the power of emotion I have given you. In gentle quietness show your strength. In love, show him that you are the rib that protects his inner self.”
gue ga gitu berani menerjemahkan sesuatu gitu aja. takutnya gue malah mengubah konteksnya. kalo kurang paham, coba diterjemahin sendiri aja yah, pakai online translator, ato tanya-tanya ke orang yang ngerti. hehehehe.

kutipan itu menyentil cewek dan cowok untuk sadar akan perannya di dunia. mau cewek/cowok, jangan merasa superior. kita semua sama di mata Tuhan. kita ada untuk saling mengisi dan melengkapi. bayangkan kalau kita semua sadar akan peran kita masing-masing. bayangkan pria dan wanita saling menghargai, saling melengkapi, saling mengisi, saling memahami. konflik pasti ada, tapi bukan untuk dibesar-besarkan sehingga bisa menimbulkan perpecahan.

yah, segitu aja sih dari gue. mungkin gue masih ada banyak yang mau diomongin, cuma yaaa, belom kepikiran. dan ini isinya bener-bener ngelantur banget yah kayaknya. hahahaha. dan, kalau ternyata ada di antara kalian yang feminis, baik fanatik maupun tidak fanatik, ada kutipan singkat dari Gloria Steinem: "a feminist is anyone who recognizes the equality and full humanity of women and men.". semoga bermanfaat! :D

hai, wanita! semoga kalian lebih terbuka dan termotivasi untuk tidak selalu merasa lebih rendah. namun, sadari juga kodrat kalian sebagai wanita. hai, pria! semoga kalian lebih terbuka dan termotivasi untuk tidak selalu merasa lebih tinggi. namun, sadari juga kodrat kalian sebagai pria.

“Men are from Earth, women are from Earth. Deal with it.” -George Carlin

-calzsf

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen